Senin, 10 April 2017

kisah pemuda metal

Namanya Agus, dia adalah seorang pemuda yang hampir sama dengan yang lainnya, hidupnya di isi dengan sekolah, bermain, dan tinggal di rumah. Kisah hidup Agus dimulai ketika dia menginjak bangku SMK, yah saat itu adalah era 2000an dimana saat itu musik bawah tanah adalah simbol sebuah kebanggaan. Begitu pula dengan Agus, dia yang masih polos akhirnya ikut menggandrungi musik keras yang satu ini.
Dia berkenalan dengan dua temannya yang memang teman satu sekolahan, mereka menggemari musik yang sama, dan kepribadian mereka tidak jauh berbeda. Akhirnya mereka memutuskan untuk membentuk sebuah band yang beraliran underground dengan 3 orang personel, dengan Agus menjadi vokalis sekaligus bassist-nya. Mulailah mereka rutin latihan guna mengasah skil bermusik mereka, dengan peralatan seadanya, mereka sedikit demi sedikit menguasai permainan mereka. Salah satu studio musik di sekitaran tempat tinggal mereka seakan menjadi saksi perjalanan hidup mereka, suka duka dan perjuangan mereka di sana.
Setelah selama berbulan-bulan mereka latihan, akhirnya mereka memberanikan diri untuk mengikuti konser underground yang diadakan di daerah mereka, yah awalnya mereka masih demam panggung dan membuat kesalahan, namun dari pengalaman itu menjadikan mereka semakin bersemangat untuk bermusik.
Memasuki kelas 2 SMK, kegiatan bermusik mereka semakin ketat, ditambah dengan banyaknya kegiatan negatif yang menghiasi hari-hari mereka akhirnya membuat Agus jarang berangkat ke sekolah, dan akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah. Hal itu cukup memukul keluarga Agus, ayah dan ibunya sangat kecewa dengan kelakuan liar Agus yang susah diatur, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa dengan peringai keras anaknya itu.
Setelah di keluarkan dari sekolah, hidup agus terlunta-lunta, dia hanya menyia-nyiakan hidupnya dengan musik yang dia banggakan itu, dan dia akan merasakan kesulitan ketika uangnya habis. Dari kesulitan ekonominya itu, dia akhirnya mulai menyadari bahwa hidupnya harus berubah, atau dia akan semakin hancur dengan kehidupan buruknya itu. Dengan jadwal band yang semakin padat ditambah dengan pekerjaan serabutannya, akhirnya Agus mulai jenuh, dia bingung dengan masa depannya yang seakan semakin jauh dari harapan. Akhirnya dia memutuskan untuk rehat dari band yang selama ini dia bangun dengan teman-temannya, dia memilih untuk membuka usaha di pinggir jalan, hanya untuk mendapatkan beberapa ribu guna menyambung hidupnya, dia lakukan pekerjaan itu dengan ikhlas karena dia mulai sadar dengan sulitnya mencari uang.
Kehidupannya mulai tertata ketika dia rehat dari band underground-nya itu, namun sesekali dia masih mau bergabung dengan teman-temannya untuk ikut latihan atau manggung walau tak se-intens dulu. Kemudian dia mengenal seorang wanita, dia adalah mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yang akhirnya menjadi kekasihnya, semenjak bersama wanita itu, dia akhirnya mulai mau belajar tentang ilmu agama, dia mulai meninggalkan kehidupan hitamnya, dan kini dia mulai dewasa.
Tak berapa lama berpacaran, akhirnya mereka menikah, dan semenjak saat itu agus memutuskan untuk berhenti total dari dunia musik, entah musik kesayangannya yaitu musik metal, maupun musik-musik lainnya, kini dia lebih fokus untuk menjalankan usahanya dan mengurus keluarganya.
Apakah anda pernah menjadi seorang yang menggandrungi musik underground? Apakah anda mengenal betrayer, jasad, burgerkill, nirvana, metallica, dan lain sebagainya? Saya pikir anda menikmati era 2000an dan anda kini tahu bahwa mereka yang dulu dipuja-puja kini ada di mana dengan keadaan apa.

nabi ismail


Nabi ismail a.s adalah putra nabi ibrahim a.s dari istrinya yang bernama siti hajar. Sebenarnya, siti hajar asalnya adalah seorang budak pemberian raja mesir, yang kemudian yang dipelihara oleh nabi ibrahim. Setelah dewasa, siti hajar dikawini oleh nabi ibrahim a.s karena istri nabi ibrahim yang terdahulu siti sarah, belum juga membuahkan keturunan meskipun usianya telah tua. dari perkawinannya dengan siti hajar itulah nabi ibrahim a.s akhirnya memperoleh seorang putra yang diberi nama ismail, dan kemudian di angkat oleh allah swt sebagai nabi.
Nabi Ibrahim dan Siti Hajar Hijrah ke Makkah
Sebagaimana kebanyakan wanita, siti sarah merasa cemburu dengan kedatangan siti hajar di sisi suaminya. Meskipun tidak melarang nabi ibrahim kawin dengan siti hajar, tetapi ia merasa kurang senang setelah ternyata siti hajar melahirkan anak terlebih dahulu. Maka nabi ibrahim, siti hajar dan ismail yang masih bayi akhirnya berhijrah ke makkah.
Ketika itu makkah masih merupakan padang pasir yang kosong, belum ada penghuninya. Maka berdoalah nabi ibrahim a.s sebagaimana yang tersebut di dalam al-Qur'an: "Ya tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah mu ka'bah yang dihormati. Ya tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka riski dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur" (Ibrahim: 37).
Siti Hajar Menemukan Air Zamzam
Setelah menempatkan istri dan anaknya, nabi ibrahim kemudian meninggalkan mereka berdua dan kembali ke negeri syam untuk menemui istrinya, siti sarah, atas perintah allah swt. di makkah di padang pasir yang tandus itu, siti hajar kebingungan sendiri untuk mencari air untuk bayinya, ismail yang terus menangis karena kehausan dan air susu sang ibu sudah kering. Maka berlarilah siti hajar kesana kemari tanpa arah tujuan, berkali kali ia pulang pergi antara bukit shafa dan marwah, tetapi tidak mendapatinya setetes pun.
Tiba-tiba siti hajar mendengar suara yang menunjuki suatu tempat, dan memerintahkan agar bayi itudiletakan di situ. Maka diletakkanlah bayi ismail di tempat sesuai perintah yang ia dengar. Dengan izin allah swt, dari kaki bayi yang merentak-rentak itu tiba-tiba muncul mata air dari dalam pasir dengan derasnya. Segera siti hajar minum sepuasnya dari sana. Maka air susunya pun keluar lagi dan ismail dapat menetek darinya.
Mata air itu makin lama maki melimpah, dan jibril berkata kepada air itu: "Zamzam!" (berkumpullah). Maka dengan izin allah, mata air itu mengumpul. Sejak saat itu, hingga saat ini, mata air itu tidak berhenti mengeluarkan air dan dinamakan air zamzam. Peristiwa berlariny-larinya siti hajar antara bukit shafa dan marwah akhirnya dijadikan salah satu rukun haji, yang dinamakan sa'i. Para muslim yang melaksanaka ibadah haji diwajibkan berlari lari kecil sebanyak 7 kali.
Pada suatu hari, tak lama setelah itu, datanglah suatu rombongan khalifah arab dari suku jurhum yang kebetulan sedang kehausan dan mencari cari air. Sampai di kota makkah, tiba tiba mereka melihat burung-burung sedang berterbangan di atas suatu buki, mereka menduga pastilah ada air di tempat burung-burung itu, dan dugaan mereka memang tidak salah. Di tempat itu mereka dapati siti hajar dan putranya, ismail berada di tepi  mata air yang jernih dan makmur. Maka orang-orang arab itu menemui siti hajar dan memohon izin untuk mengambil air dari tempat itu, siti hajar memperbolehkan.
Sementara itu, nabi ibrahim a.s beberapa lama kemudian datang ke makkah untuk menjenguk istri dan anaknya, sesampainya disana, terkejutlah beliau demi melihat mata air melimpah tetapi tenang di tempatnya. Di sekitarnya terdapat desa yang subur dan makmur. Beliau juga heran dan lega, karena istri dan anaknya ternyata hidup sehat dan tak kurang suatu apapun, di tempat itu, siti hajar menceritakan semua kejadian yang di alami nya itu kepada suaminya. Mendengar itu, nabi ibrahim kemudian memuji kebesaran allah swt yang telah mengabulkan doanya terdahulu.
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Membangu Baitullah
Setelah ismail dewasa, ia membantu ayahnya, membangun baitullah (ka'bah) sebagai pusat penyembahan kepada allah swt. Ka'bah itu akhirnya menjadi kiblat orang orang beriman setelahnya, termasuk kaum muslim sekarang. Di dalam ibadah haji, kita pun diperintahkan untuk thawaf, mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali.
Di dalam al-qur'an alah swt menerangkan ini dengan firmannya : "Dan ingatlah ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar dasar baitullah beserta ismail (seraya berdoa): "Ya tuhan kami, terilah dari kami (amalan kami), sesungguhnya engkaulah yang maha mengetahui. Ya tuhan kami, jadikanlah kami berdua sebagai orang yang tunduk patuh kepadamu dan jadikanlah di antara anak cucu kami umat yang tunduk  patuh kepadamu dan tunjukkilah kami car-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terilah tobat kami. Sesungguhnya engkaulah yang maha menerima tobat lagi maha penyayang. Ya tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat mu, dan mengajarkan kepada mereka. Sesungguhnya engkaulah yang maha perkasa lagi maha bijaksana" (AL-Baqarah: 127-129).

Nabi Ismail adalah Putra yang Saleh
Ketika datang perintah allah kepada nabi ibrahim a.s untuk mengurbankan putranya, maka perintah itu segera di jalankan dengan penuh kesabaran oleh keduanya. di dalam Al-Qur'an allah berfirman: "Maka tatkala anak itu sampai dewasa berusaha bersama-sama ayahnya, ibrahim berkata: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" ismail menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (Ash-Shaffat: 102).
Begitulah ketaatan nabi ismail a.s kepada ayahnya dan lebih-lebih kepada allah swt. Sejak kecil beliau telah menunjukkan kesabaran dan kesalehan yang luar biasa, sehingga setelah dewasa allah swt langsung mengangkatnya menjadi rasulnya.
Nabi Ismail dan Keturunannya
Nabi ismail a.s menikah dengan seorang wanita bani jurhum. Suatu ketika ayahnya nabi ibrahim a.s, berkunjung kerumah beliau, kebetulan nabi ismail a.s sedang tidak berada di rumah seketika itu. Nabi ibrahim a.s hanya ditemui oleh menantunya. Tetapi sebentar kemudian nabi ibrahim a.s kembali pulang. Karena sikap istri nabi ismail kurang berkenan di hati beliau. Maka beliau hanya menitipkan pesan untuk anaknya itu melalui menantunya: "jika suami mu datang, katakan bahwa saya telah kemari, dan katakan pula bahwa saya tidak suka kepada gerendel pintu rumah ini, dan sebaiknya di tukar.
Tak lama setelah itu ismail datang. Istrinya kemudian menceritakan segala yang terjadi, termasuk pesan dari ibrahim a.s untuk suaminya. Mendengar itu, dengan gusar nabi ismail a.s berkata kepada istrinya: "Dialah ayahku, oleh sebab itu, aku ceraikan kamu sekarang, karena ayahku tidak suka kepada orang yang berperangai rendah". kemudian nabi ismail kawin dengan seorang wanita lain dari suku jurhum pula. Kepada menantu barunya inilah nabi ibrahim a.s menyukainya.

Dari perkawinannya itu, nabi ismail a.s di karuniai keturunan yang banyak oleh allah. Anak-anak nabi ismail akhirnya menjadi pemimpin kaumnya, mereka dinamakan kaum arab Musta'ribah.
Nabi ismail a.s diutus oleh allah swt ke negeri yaman dan amaliq untuk menyeru manusia supaya menyembah allah yang esa dan mengeluarkan zakat. Nabi ismail a.s meninggal dunia dalam usia 137 tahun, di negeri palestina, menurut riwayat lain di makkah, nabi ibrahim dan nabi ismail a.s meniggalkan pesan kepada anak cucunya sebagai berikut: "Hai anak cucuku  sesungguhnys allah swt telah memilih islam menjadi agamamu, karena itu janganlah kamu mati kecuali tetap dalam islam".


Kesimpulan dan Hikmah Kisah Nabi Ismail :

  1. Nabi ibrahim, istrinya (siti hajar), dan anaknya (nabi ismail) adalah orang-orang yang mula-mula mendiami negeri makkah.
  2. Siti hajar berlari-lari kecil antara bukit shafa dan marwah untuk mencari air bagi putranya yang kehausan, karena air susunya kering. Dengan izin allah swt. malaikat jibril memberi petunjuk siti hajar agar meletakkan anaknya di suatu tempat dan di bawah kai bayi ismail tiba-tiba terbit mata air yang jernih dan berlimpah.
  3. Nabi ibrahim dan nabi ismail a.s adalah orang yang pertama membangun baitullah untuk pusat manusia beribadah kepada allah swt.
  4. Nabi ismail mempunyai keturunan yang banyak, dan anak cucunya menjadi orang yang baik.
  5. Wasiat nabi ibrahim dan nabi ismail a.s kepada anak cucunya adalah, hendaknya mereka semua tetap dalam agama islam.

Baca Juga :
Sejarah Singkat Nabi Nuh dan Hikmahny

kisah ashabul kahfi

Dimanakah Terletaknya Gua Ashabul Kahfi

.
Telah menjadi perdebatan daripada zaman berzaman mengenai gua dan tempat persembunyian Ashabul Kahfi. Banyak tempat mendakwa dimana berlakunya kisah ini seperti di Gua di Jabal Qassiyyun, Syria dan  Gua di Ephesus (Tarsus), Turki. Namun Gua Ashabul Kahfi (Kahf Ahlil Kahf) yang terletak di Abu Alanda, kira-kira 7 km dari pusat bandar Amman, Jordan, merupakan lokasi sejarah yang lebih menepati ciri-ciri yang dikisahkan di dalam Al-Quran.
Kawasan ini suatu ketika dahulu dikenali sebagai ‘Ar-Raqim’ kerana terdapat kesan tapak arkeologi yang bernama Khirbet Ar-Raqim di kawasan tersebut. Perkataan ‘Ar-Raqim’ juga disebut di dalam Al-Quran dan Ahli Tafsir menafsirkan ‘Ar-Raqim’ sebagai nama anjing dan ada menyatakannya sebagai batu bersurat.
Walau bagaimanapun,  Allah سبحانه وتعالى tidak menunjuk dan menyatakan dengan jelas di mana tempat sebenar mereka bersembunyi. Sebab utamanya adalah kerana ia tidak memberi manfaat bagi umat Islam kerana Allah سبحانه وتعالى hanya mahu hamba-Nya mengambil iktibar kisah pejuangan tujuh pemuda mempertahankan akidah mereka.
.
Namun begitu berdasarkan ayat 17 surah al-Kahfi, dapat kita ketahui kedudukan sebenar pintu gua yang menjadi tempat persembunyian ketujuh-tujuh pemuda tersebut berada di sebelah utara.  Firman Allah سبحانه وتعالى;

 وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّـهِۗ مَن يَهْدِ اللَّـهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا ﴿١٧

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong ke kanan dari gua mereka; dan apabila ia terbenam, meninggalkan mereka ke arah kiri, sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Yang demikian ialah dari tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan) Allah. Sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah, maka dia lah yang berjaya mencapai kebahagiaan; dan sesiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak sekali-kali akan beroleh sebarang penolong yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya.” (Surah Al-Kahfi; Ayat 17)
.
.

Kisah Pembuktian

.
Ashabul Kahfi bukanlah kisah epik jenaka, dongeng atau suatu cerita rekaan manusia. Sejarah kejadian tersebut sebenarnya mempunyai hubungan erat dengan kegelisahan Nabi Muhammad ﷺ. Iaitu semasa ditanya oleh beberapa orang Yahudi untuk membuktikannya bahawa Baginda memang seorang Nabi Utusan Allah سبحانه وتعالى.
.
Orang-orang Yahudi bertanya Rasulullah ﷺ, “Wahai Muhammad! Tolong ceritakan kepada kami tentang kisah 7 pemuda yang rela mengasingkan diri untuk mempertahankan keyakinannya kepada Allah سبحانه وتعالى. Jika engkau sanggup menceritakan dengan benar, maka kami juga akan mengikuti ajaranmu dan menjadi sebahagian daripada orang Islam.”
Lalu Nabi Muhammad ﷺ memohon pertolongan pada Allah سبحانه وتعالى dan selepas 15 hari kemudian baginda mendapat wahyu tentang penjelasan kisah Ashabul Kahfi atau cerita mengenai 7 pemuda yang ditanyakan oleh orang Yahudi tersebut. Penjelasan mengenai kisah Ashabul Kahfi ini terdpat pada Surah Kahfi mulai ayat 9 hingga 26, di dalam kitab suci Al-Quran.
.
.

Kisah Ashabul Kahfi

.
Sebagaimana yang telah dikisahkan turun-temurun. Pada asalnya penduduk sebuah negeri itu beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan beribadat mengEsakanNya. Namun keadaan berubah selepas kedatangan seorang raja bernama Diqyanus (Decius).
Raja kufur dari Rom ini, memerintah secara kejam dan kuku besi. Sesiapa yang menentang keinginan raja, maka samalah seperti ingin mengakhiri hidupnya lebih awal. Dia memaksa rakyat di bawah pemerintahannya supaya murtad dari agama Allah سبحانه وتعالى serta bertukar kepada agama kufur dan menyembah batu berhala yang dianutinya. Rakyat yang takut dengan ancaman dan seksaan raja tersebut terpaksa akur dengan arahan yang zalim itu.
.
Dalam pada itu terdapat sekumpulan pemuda beriman enggan tunduk dengan tekanan Raja Diqyanus yang kafir. Di tengah-tengah kekufuran raja, bangsa dan kaum mereka, kesemua tujuh pemuda tersebut secara sembunyi-sembunyi tetap beriman kepada Allah سبحانه وتعالى. Mereka teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun menyedari nyawa dan diri mereka mungkin terancam dengan berbuat demikian.
.
Pengesahan keberimanan pemuda-pemuda ini dinyatakan oleh Allah سبحانه وتعالى dalam firmanNya;

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى ﴿١٣

Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar; Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka hidayah petunjuk.” (Surah Al-Kahfi; Ayat 13)
.
Kepercayaan dan keyakinan 7 pemuda ini terus bertahan sehingga kemudiannya sampai ke pengetahuan raja dan akhirnya mereka dipanggil mengadap Raja Diqyanus.
Di hadapan raja yang zalim itu, mereka dengan penuh berani dan bersemangat, petah berhujah mempertahankan iman dan prinsip aqidah yang mereka yakini. Pemuda-pemuda tersebut mengakui bahawa hanya ada satu Tuhan yang layak disembah dan diminta pertolongan. DIA-lah Allah سبحانه وتعالى yang Esa, Yang Maha Menguasai alam beserta isinya yang kekal abadi dan tidak akan ada sebarang kekurangan, DIA-lah tempat kita meminta pertolongan dalam susah atau senang, suka mahupun duka.
.
Allah سبحانه وتعالى berfirman dan menceritakan peristiwa mereka berhujjah;

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَ مِن دُونِهِ إِلَـٰهًاۖ لَّقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا ﴿١٤﴾ هَـٰؤُلَاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةًۖ لَّوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِم بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍۖ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا ﴿١٥

“Dan Kami telah meneguhkan hati mereka sewaktu mereka berdiri (di hadapan raja) lalu mereka berkata (membentangkan dan menegaskan tauhid): “Tuhan kami adalah Tuhan (yang mencipta dan mentadbirkan) langit dan bumi; kami tidak sekali-kali akan menyembah Tuhan selain Dia, sesungguhnya jika kami menyembah yang lainnya bermakna kami memperkatakan dan mengakui sesuatu yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah سبحانه وتعالى?” (Surah Al-Kahfi; Ayat 14-15)
.
Raja Decius dan pengikut-pengikutnya terkejut dan gagal menjawabnya. Walaupun tidak mampu membalas hujah-hujah yang mantap dari pemuda-pemuda beriman tersebut, raja yang kufur dan zalim itu tetap berkeras mahu mereka murtad daripada agama mereka.
Raja Diqyanus menggunakan kekuasaan yang ada padanya untuk mengancam dan memaksa para pemuda meninggalkan agama mereka, jika dalam tempoh 2 hari para pemuda tersebut gagal membuat demikian dan tidak mahu mengubah keyakinan mereka dengan segera, maka mereka akan dimurtadkan secara paksa atau akan dijatuhi hukum mati.
.
Ramai ‘mufassirin’ (ahli tafsir) generasi salaf dan ‘khalaf’ (generasi awal Islam dan generasi yang terkemudiannya) yang menyebutkan, para pemuda tersebut terdiri daripada anak-anak raja Rom dan orang-orang terhormat mereka yang bersatu kerana iman. Mereka tidak takut dengan ancaman itu dan telah bertekad untuk saling bantu-membantu dan mempertahankan keimanan mereka hingga titisan darah terakhir. Bagi mereka lebih baik mati menggenggam iman daripada mengikuti jejak raja yang menyekutukan Allah سبحانه وتعالى.
.
Oleh kerana sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda tersebut bermesyuarat sesama sendiri untuk mencari satu keputusan muktamad. Kumpulan pemuda itu akhirnya membuat kesepakatan untuk bersembunyi.
.
Allah سبحانه وتعالى berfirman ;

 وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّـهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا ﴿١٦

“Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah سبحانه وتعالى, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk menjayakan urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna.” (Surah Al-Kahfi; Ayat 16)
.
Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung ke suatu tempat tersorok di kawasan pendalaman. Berangkatlah mereka bertujuh ke kawasan pergunungan bernama Nikhayus. Di situ terdapat sebuah gua untuk dijadikannya tempat bersembunyi dan di pintu gua itulah mereka berdoa sebelum memasukinya.
Allah سبحانه وتعالى berfirman pada ayat 10, Surah Al-Kahfi;

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا

(Ingatkanlah peristiwa) ketika sekumpulan pemuda pergi ke gua, lalu mereka berdoa:
doa ashabul kahfi

kisah anak soleh

RASULULLAH menangis melihat anak yang soleh mengendong ibunya

Image
Suatu hari ada seorang anak sholeh yang mengendong ibunya yang tercinta. dikisahkan ibunya sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri.
saat perjalanan dari kota Madinah menuju kota Mekah dalam rangka melaksanakan ibadah Haji (Uje bilang perjalananya sampai berbulan2). Bisa dibayangkan panasnya terik matahari ketika siang dan dinginnya malam hari serta beratnya gendongan yang ada di pundaknya bukan? Betapa berbaktinya anak ini kepada ibunya, ingin membahagiakan ibunya yang sedang sakit dengan mengantarkanya menuju rumah Tuhan bahkan dengan menggendongnya, betapa besar pengorbanan dan usahanya.
Ketika akhirnya mereka sampai di kota Mekah untuk melaksanakan ibadah Haji mereka bertemu dengan Rasulullah. Bahagia sekali sang anak beserta ibunya ini ketika mereka bertemu denga Utusan Tuhan yang sangat mereka cintai dan mereka rindukan.
Terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti ini (maaf ane pake bahasa ane sendiri tapi insya Allah tidak melenceng dari apa yang dikisahkan Uje).
Sang anak bertanya kepada Rasul, “Ya Rasul..apakah saya sudah berbakti kepada orang tua saya? Saya menggendong ibu saya di pundak saya berjalan dari Madinah sampai Kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji”.
Seketika itu pula Rasul menangis, Kemudian Rasul menjawab dengan diiringi tangisnya yang tersedu2, “Wahai Saudaraku, engkau sungguh anak yang luar biasa, engkau benar2 anak sholeh, tapi maaf…..(sambil tetap menangis) apapun yang kamu lakukan di dunia ini untuk membahagiakan orang tuamu…. apapun usaha kerasmu untuk menyenangkan orang tuamu …. tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tuamu yang telah membesarkanmu”
Subhanallah..ane langsung tersentak, (ane bayangin berjalan di padang pasir yang panasnya minta ampun, menggendong ibu ane selama berbulan2) emang ane pernah denger kisah ini sejak dulu, tapi baru kali ini ane “ngeh” mendengar cerita ini. Entah karna Uje menceritakan secara dramatis dan mengemas dengan indahnya ataukah karna ane akhir2 ini emang sedang mengalami beberapa peristiwa yang berkaitan dengan orang tua jadi serasa kisah ini mengena dalam hati ane. Sungguh besar jasa ortu kepada kita (bener2 gak bisa dibayangin berapa besarnya) sampai2 apapun yang kita lakukan gak kan pernah cukup untuk membalasnya (apalagi malah sering brantem, sering mbantah perintah, dsb. Bayangin berapa dosanya??). Ane bener2 merasa berdosa waktu mendengar kisah ini.
Sumber: ingatan penulis dengan gaya bahasa penulis tanpa berniat mengurangi ataupun menambahkan makna yang terkandung di dalamnya.
Kesempurnaan hanya dimiliki yang maha kuasa, jika ada kesalahan informasi maupun kesalahan kaata mohon dimaafkan..haha,
Semoga bermanfaat,